Tentang Kami
KJA Wahyu Hendra C Merupakan Perusahaan layanan profesional yang menyediakan jasa dibidang akuntansi dan perpajakan guna meningkatkan kemudahan dan efektivitas kinerja pada sistem manajemen suatu perusahaan.
Office : Perum. Kemiri Indah A1 no. 02, Kab. Sidoarjo - Jawa Timur
- Senin - Jum'at 09:00 - 17:00 WIB &
- Sabtu 09:00 - 14:00 WIB
Informasi Publik 30 Nov 2025 www.pajak.com
Nadi Kehidupan Bali Kembali Berdetak Rp13 Triliun, Simbol Kebangkitan Kolektif dari Senyap yang Panjang
Kini, perlahan namun pasti, suara-suara itu kembali. Tawa turis terdengar lagi, aroma dupa kembali semerbak di sudut-sudut toko, dan mesin-mesin ekonomi mulai berputar.
Informasi Publik 29 Nov 2025 www.kjawahyuhendra.com
Mencari Solusi Adil di Tengah Dilema Thrifting dan Ketegasan Regulasi
Di balik narasi keberlanjutan dan ekonomi kerakyatan ini, terdapat benturan keras dengan tembok regulasi negara, yang baru-baru ini ditegaskan kembali oleh Menteri Keuangan (Menkeu).
Informasi Publik 28 Nov 2025 www.kjawahyuhendra.com
Mengapa Pemeriksaan Pajak Anda Kini Lebih Cepat dan Spesifik?
Sistem ini secara fundamental mengubah cara DJP melakukan pengawasan dan pemeriksaan, menjadikannya lebih terarah dan sulit dihindari.
Informasi Publik 28 Nov 2025 www.kjawahyuhendra.com
Strategi DJP Menjamin Kepatuhan: Data Konkret Sebagai Pilar Pengawasan yang Tepat Sasaran
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus memperkuat fondasi administrasi perpajakan melalui penggunaan teknologi dan data.
Informasi Publik 27 Nov 2025 www.pajak.com
Lonjakan Restitusi Pajak Hingga 36,4% Menjadi Kontraksi Penerimaan Neto Negara
Perlambatan ini bukan disebabkan oleh pelemahan penerimaan secara keseluruhan, melainkan oleh faktor koreksi pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi yang melonjak tajam.
Informasi Publik 27 Nov 2025 www.pajak.com
Kabar Baik !!! Mengapa Restitusi Pajak yang Melonjak Justru Melegakan Rakyat
Masyarakat mungkin terkejut mendengar kabar bahwa penerimaan pajak negara (setelah dikurangi pengembalian) hingga Oktober 2025 justru turun sebesar 3,9%. Angka ini terkesan mengkhawatirkan, seolah-olah ekonomi sedang lesu atau pemerintah gagal menari